Senin, 21 Oktober 2013

hindari cara berkeramas yang buruk

Berkeramas sudah menjadi aktivitas yang rutin kita lakukan. Meskipun rutin, nyatanya masih banyak orang yang melakukan kesalahan.
Padahal berkeramas bukan hanya sekedar untuk kepentingan kebersihan rambut Anda, namun berkeramas adalah cara dasar untuk membuat rambut tampil lebih indah secara alami.
Berikut ini empat kebiasaan buruk yang harus Anda hindari ketika berkeramas seperti yang dilansir Stylelist.com.
1. Berkeramas terlalu cepat
Ini adalah kesalahan yang paling sering Anda lakukan. Dikejar waktu, takut terlambat ke kantor, waktu keramas pun Anda persingkat. Padahal diperlukan waktu yang tidak sebentar agar sampo dapat benar-benar meresap ke rambut sehingga dapat mengangkat kotoran dengan maksimal.
Sama seperti ketika ingin membersihkan sebuah panci yang kotor. Kotoran akan mudah terangkat ketika direndam terlebih dahulu dalam air hangat. Mulai sekarang Anda harus meluangkan waktu khusus untuk berkeramas.
2. Fokus pada ujung rambut
Jangan lakukan ini. Fokuskan keramas pada kulit kepala Anda, karena di situlah minyak diproduksi. Pijat kulit kepala ketika berkeramas, lalu biarkan busa-busa yang dihasilkan memenuhi rambut namun biarkan ujung rambut menjadi bagian yang tidak dipenuhi sampo.
3. Terlalu jarang atau sering berkeramas
Sering mendengarkan saran yang menghimbau Anda untuk memberikan jarak waktu yang lama berkeramas? Itu ada benarnya tapi tidak sepenuhnya benar. Itu semua tergantung jenis rambut Anda.
Kenali tipe dan ketahui kapan rambut Anda harus dibersihkan. Rambut yang bergelombang cenderung lebih kering dan dapat bertahan dalam waktu yang lama tanpa dikeramas.
Mereka yang aktif dan sering berolahraga, harus mencari sampo berfomula khusus sehingga aman digunakan tiap hari. Jika Anda tidak suka dengan bentuk rambut yang tebal, atau tampilan rambut basah, akibat berkeramas, fokuskan pembersihan pada pusaran rambut.
4. Asal pakai sampo
Sering memakai hairspray atau produk penata rambut lainnya biasanya membuat rambut terasa menebal dan berminyak. untuk menyiasati efek sampingnya, Anda tidak boleh asal-asalan memilih sampo. Pastikan Anda menggunakan sampo yang memiliki formula khusus , atau yang tidak mengeringkan zat pelembab alami rambut Anda.
Kurangnya pelembab alami akan membuat rambut memproduksi minyak dalam jumlah yang berlebih.

CONTOH SAJAK QUATRAIN

Quatrain
Quatrain adalah sajak empat seuntai yang setiap baitnya terdiri atas empat buah
kalimat. Quatrain bersajak a-b-a-b, a-a-a-a, atau a-a-b-b.
MENDATANG-DATANG JUA
Mendatang-datang jua
Kenangan lama lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)

CONTOH SAJAK QUATRAIN

Quatrain
Quatrain adalah sajak empat seuntai yang setiap baitnya terdiri atas empat buah
kalimat. Quatrain bersajak a-b-a-b, a-a-a-a, atau a-a-b-b.
MENDATANG-DATANG JUA
Mendatang-datang jua
Kenangan lama lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)

PENGERTIAN DAN SIRI SIRI MASYARAKAT SOSIOLOGI

Pengertian Masyarakat dan Ciri-ciri Masyarakat
Dalam bahasa Inggris masyarakat adalah society yang pengertiannya
mencakup interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan.
Istilah masyarakat disebut pula sistem sosial. Untuk pemahaman lebih
luas tentang pengertian masyarakat sebaiknya kita kemukakan beberapa
definisi masyarakat sebagai berikut.
D. MASYARAKAT SEBAGAI SISTEM SOSIAL YANG
DINAMIS
Gunakanlah buku-buku acuan Sosiologi di perpustakaan dan
kerjakan tugas-tugas di bawah ini!
1. Bandingkan perbedaan sumbangan pemikiran Auguste Comte
dengan Karl Marx!
2. Jelaskan sumbangan pemikiran Emile Durkheim dan Max Weber
tentang Sosiologi!
Diskusikan di depan kelas dan kumpulkan hasil diskusi kepada
bapak/ibu guru untuk dinilai!
K ata Kunci
Pada tahun 1839 Auguste Comte menggunakan istilah pertama
kali kata Sosiologi, beliau banyak memberi sumbangan terhadap
kemajuan Sosiologi maka beliau dijuluki Bapak Sosiologi.
Tugas
- J.L. Gilin dan J.P. Gilin
Masyarakat adalah kelompok yang tersebar dengan perasaan persatuan
yang sama.
- Max Weber
Masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya
ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.
- Emile Durkheim
Menurut sosiolog ini masyarakat adalah suatu kenyataan objektif
individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.
- Karl Marx
Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan
organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara
kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.
- M.J. Herskovits
Masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan
mengikuti suatu cara hidup tertentu.
- Selo Soemardjan
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan
kebudayaan.
Ciri-ciri suatu masyarakat pada umumnya sebagai berikut.
a. Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua
orang.
b. Bergaul dalam waktu cukup lama. Sebagai akibat hidup bersama itu,
timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur
hubungan antarmanusia.
c. Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
d. Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama
menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu
dengan yang lainnya.

CONTOH SAJAK SEPTIMA

f. Septima
Septima adalah sajak tujuh seuntai yang setiap baitnya terdiri atas tujuh buah
kalimat. Sama halnya dengan sektet, persajakan septima tidak berurutan.
API UNGGUN
Diam tenang kami memandang
Api unggun menyala riang
Menjilat meloncat menari riang
Berkilat-kilat bersinar terang
Nyala api nampaknya curai
Hanya satu cita dicapai
Alam nan tinggi, sunyi, sepi
(Intojo)

. Definisi Sosiologi Definisi-definisi sosiologi itu, antara lain sebagai berikut. a. Roucek dan Warren Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok-kelompok. b. William F. Orgburn dan Meyer F. Nimkoff Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial. c. J.A.A. Van Doorn dan C.J. Lammers Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil. d. Pitirim A. Sorokin Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial. Misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dan gerak masyarakat dengan politik. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala-gejala nonsosial. Misalnya gejala geografis dan gejala biologis. Ciri-ciri umum daripada semua jenis gejala-gejala sosial. e. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.

Rangkuman
Nilai sosial adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal
yang baik dan yang buruk. Nilai sosial merupakan konsep yang abstrak
yang dicita-citakan oleh seluruh masyarakat yang berguna bagi
kehidupan dan dijunjung tinggi.
Tinggi rendahnya nilai sosial dapat diukur dari besar kecilnya daya
guna dan fungsinya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Nilai itu bersifat langgeng dan sulit diganti dengan nilai lain karena
diperoleh melalui proses sosialisasi yang panjang dan mendalam serta
turun-temurun. Setiap manusia membutuhkan nilai-nilai tertentu karena
nilai-nilai sosial memiliki berbagai fungsi. Adapun fungsi nilai sosial
adalah:
a. petunjuk arah untuk bersikap dan bertindak bagi warga negara, seperti
nilai gotong-royong, nilai persatuan dan kesatuan, nilai kejujuran,
keadilan, dan nilai tanggung jawab;
b. sumber motivasi untuk berbuat sesuatu;
c. benteng perlindungan bagi keberadaan suatu bangsa, seperti: nilai Pancasila
telah mampu melindungi bangsa Indonesia dari rongrongan musuh dan
mampu mempererat persatuan bangsa Indonesia.
Norma sosial adalah kebiasaan, tata kelakuan atau adat istiadat yang
berlaku dalam masyarakat. Norma sosial itu mengandung aturan-aturan
dan petunjuk-petunjuk mengenai tata kehidupan, mengenai benar atau
salah, baik atau buruk, pantas atau tidak pantas, dan harus dipatuhi oleh
seluruh warga masyarakat. Jika norma dilanggar, si pelaku akan mendapat
sanksi. Norma itu memiliki kekuatan mengikat, warga harus mematuhi.
Fungsi norma sosial, yaitu:
a. untuk mengatur kehidupan bersama agar tertib dan teratur, misalnya:
norma hukum, norma agama, norma adat istiadat, dan sebagainya;
b. sebagai alat pengendali sosial, misalnya: undang-undang, hukum, dan
adat;
c. untuk menjaga kelestariannya, misalnya: adab, kesusilaan, hukum, dan
adat istiadat;
d. untuk tolok ukur terhadap perbuatan salah atau benar, boleh atau tidak
boleh, sopan atau tidak sopan, misalnya: undang-undang, hukum, dan
agama; dan
e. sebagai pegangan dan pedoman dalam melakukan aktivitas kehidupan
sehari-hari.

CIRI CIRI NILAI SOSIAL DALAM SOSIOLOGI

a. Ciri-ciri Nilai Sosial
Beberapa ciri-ciri nilai sosial sebagai berikut.
1) Nilai sosial merupakan konstruksi masyarakat yang tercipta melalui
interaksi di antara para anggota masyarakat. Nilai tercipta secara
sosial bukan secara biologis atau bawaan sejak lahir.
2) Nilai sosial dipelajari dan bukan bawaan lahir. Proses belajar dan
pencapaian nilai-nilai itu sejak kanak-kanak melalui proses
sosialisasi keluarga.
3) Nilai sosial ditularkan dari suatu kelompok ke kelompok yang lain,
melalui berbagai macam proses sosial. Bila nilai itu berwujud
kebudayaan, dapat ditularkan melalui akulturasi, difusi, dan
sebagainya.
4) Nilai memuaskan manusia dan mengambil bagian dalam usaha
pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sosial. Nilai yang telah disetujui
dan diterima secara sosial menjadi dasar tindakan dan tingkah laku,
baik secara pribadi maupun secara kelompok, dan secara keseluruhan.
Nilai juga membantu masyarakat agar dapat berfungsi baik. Sistem
nilai sosial sangat penting untuk pemeliharaan kemakmuran dan
kepuasan sosial bersama.
5) Masing-masing nilai mempunyai efek yang berbeda terhadap orang
perorangan dan masyarakat sebagai keseluruhan.
6) Nilai dapat mempengaruhi pengembangan pribadi dalam masyarakat
baik positif dan negatif.