Rabu, 30 November 2011

Arti Sahabat


Kau masih berdiri
Kita masih di sini
Tunjukkan pada dunia
Arti sahabat

Kau teman sehati
Kita teman sejati
Hadapilan dunia
Genggam tanganku

Kau adalah..
Tempatku membagi kisahku
Kau sempurna
Jadi bagian hidupku
Apapun kekuranganmu

Penyesalan Seorang Ibu

 
Abby terpuruk dalam diam. Meresapi segala kesedihan yang ada. Kenyataan yang pahit tentang dirinya. Tangisannya tenggelam dalam derasnya hujan. Melarutkan segala sakit hatinya. Mengalir diatas tanah pemakaman, tanah merah yang menyimpan sejuta kenangan tentang dirinya dan ibunya.

Dia tetap terisak dalam aliran hujan. Menyesali semua yang telah ia lakukan. Bentakan itu, pukulan itu, omelan itu, masih terekam jelas dalam memory otaknya. Segalanya tentang ibu dan dirinya. Saat ibunya marah, memukulnya, dan yang terakhir mengusirnya.

Darma, suami yang baru 2 bulan mendampingi hidupnya, menghampiri dan memeluknya.

“Itu sudah takdir”, Hanya kalimat itu yang terucap dari mulut Darma.

Abby masih terus berlutut di depan nisan bertuliskan ‘RIANTI ANARITA’, ibunya. Yang terakhir terlihat, dia mulai memeluk batu nisan ibunya, hingga ia jatuh pingsan.

****

Tiga jam yang lalu, Abby masih ceria. Setelah turun dari mobilnya, dai dan sumainya langsung menuju ke gang dekat warung kopi. Para penduduk heran dengan kedatangannya. Seorang model yang sedang naik daun dan dikabarkan telah menikah dengan anak dari pengusaha modeling tempatnya bekerja 2 bulan lalu.

Abby terus saja melangkahkan kakinya sambil menggandeng tangan suaminya sambil tersenyum jika bertatap muka dengan orang.

“Nanti kalo aku diusir ibu lagi, mas yang tanggung jawab loh. Aku kan udah bilang kalo ibuku itu gak bener. Dia dulu suka mukulin aku. Oh ya kira – kira keadaan ibu gimana ya? Apa masih kerja kayak dulu?”

Darma hanya mengangkat tanyanya tanda tak tau.

“Kita cuman ngeliat kan? Nyerahin uang ini terus kita pergi. Aku masih takut kalo dipukul lagi… gak usah ngajak dia pindah ke rumah kita ya?”, Dipandangnya suaminya yang masih bergeming. “Mas Darma ngomong dong!”

“Iya sayang. Kita langsung pulang”, Jawab suaminya singkat.

Tak teresa mereka telah sampai di depan rumah bercat pink biru yang sudah mengelupas. Warna yang sama sejak ditinggalnya 3 tahun yang lalu.

“Permisi”, Ucap Abby sambil mengetuk pintu usang itu. Lama sekali, tak ada jawaban. Saat Abby akan mengetuk lagi, pintu tiba – tiba terbuka.

“Ya, cari siapa ya?”, Jawab orang yang membukakan pintu.

“Bi… Bi Yanti! Bi ini Abby bi!”, Sapa Abby girang.

“Abby, ini bener – bener kamu?”, Yanti histeris dan langsung memeluk Abby. “Ini suami mu? Kamu ngetop ya By sekarang… bibi kangen sama kamu”, Ucapnya setelah melepas pelukan.

“Iya bi ini Darma suamiku. Ngomong – ngomong, ibu mana?”

“Ibumu… emh, duduk dulu By, aku ambilkan minum dulu ya? Ayo duduk.”

Abby dan suaminya duduk dalam dia sambil menunggu kedatangan Bi Yanti dari dapur.

“Sayang, ada yang aneh.”, Kata Damar tiba – tiba.

“Aneh apa?”, Tanya Abby bingung

“Maaf ya menungu lama… ini silahkan diminum”, Bi Yanti datang dan langsung menghidangkan teh.

“Ibu mana sih bi? Kok gak keliatan? Apa masih kayak yang dulu? Masih main – main sama laki - laki?”, Tanya Abby lagi

“Abby, jangan ngomong itu.” Yanti memberi jeda, seakan menguatkan jiwanya untuk berkata kembali “Bibi gak kuat ngomong sebenarnya sama kamu, mending kamu baca surat yang ditulis ibumu”, Jawab Yanti sambil menyerahkan surat lusuh itu.

Abby segera membuka surat itu. Semula, wajahnya berkerut tanda tak mengerti, tapi setelah membaca beberapa saat, butiran air mata Abby mulai menetes dan membanjiri pipinya. Sedang Yanti sudah menangis dalam diam.

“Apa maksudnya ini bi? Apa?”, Abby histeris.

“Maaf, aku gak bisa jaga ibumu Abby, surat itu ditulis seminggu sebelum ibumu meninggal dua tahun yang lalu sebelum kamu ngetop By, maaf…”


Damar langsung merebut surat itu dan mulai membacanya.

Abby anakku.
Maafkan aku jika aku tak pernah membuatmu senang. Aku hanya bisa memukulimu disaat aku marah. Maaf Abby, aku tak bisa membuatmu tersenyum dan selalu saja membentakmu dengan kata – kata kotor. Kau tau sendiri kan ibumu ini memang orang yang kotor?

Saat kamu tak ada aku selalu uring – uringan mencarimu. Walau tak ada hasilnya. Yang ada malah dibohongi laki – laki yang katanya ingin membantu aku menemukanmu. Aku disuruhnya dengan paksa melayani teman – temannya tanpa harus dibayar.
Aku khilaf telah mengusirmu malam itu. Pasti kau menyimpan rasa sakit hati itu sampai hati yang terdalam.

Aku memang pelacur Abby, tapi aku juga ingin menjadi ibu, ibu yang baik untukmu, tapi aku merasa tak pantas menjadi ibumu. Dan akupun memukulimu Karena aku tak tau bagaiman cara mengekspresikan kasih sayang itu. Aku hanya tau bagaimana cara membelai laki – laki hidung belang saja.

Kau tau, aku tak mengerti kenapa aku memungutmu dari bawah jembatan saat usiamu 6 tahun. Tapi aku merasa, kau adalah malaikat kecilku yang akan menemani hidupku yang sepi ini. Makanya kau kupanggil Abby, Abby artinya malaikat.
Malaikat kecilku.

Aku ingin memberitahumu, aku tejangkit penyakit. HIV. Karena aku sering bermain dengan laki – laki.

Sebelum aku mati karena penyakit yang menggerogoti tubuhku ini, aku ingin mengucapkan bahwa AKU SANGAT SAYANG PADAMU. Mungkin aku sangat terlambat mengatakannya, tapi aku benar - benar sangat mencintai dan menyayangimu dari lubuk hati. Maafkan ibu Abby, hanya bisa mengatakannya lewat surat.

Maafkan aku Abby…




NB: Sejahat apapun ibu kita, dia tetap manusia terbaik yang pernah diciptakan Allah SWT. meski ia bukan ibu sebenarnya, tapi wanita manapun pasti memiliki sifat keibuan.


Hanya Kamu Yang Ku Mau

Untuk apa lagi
Kau tanyakan kisah
Yang telah usai

Jika itu hanya
Buatmu terluka

Salahkah aku
Bila ku punya
Masa lalu
Tak bolehkah
Aku melupakannya

Ijinkan aku bersanding denganmu
Ku tak ingin lukai hatimu
Biarlah kini kita ukir cinta ini
Usah kau pedulikan lagi

Jangan kau usik
Luka yang masih terbalut

Yang ku mau
Hanya dapat memahamimu
Yang ku harapkan
Menemanimu sampai
Akhir hayatku

Hanya kamu tak ingin yang lain……

Sebuah Kisah Yang Salah

Kehadiranmu dalam hidupku
Memberikan kisah yang sulit terlupa
Walau sempat terluka
Ku yakin kau masih mengenangnya

Kasih yang tercipta hanya rahasia illahi
Tar berwujud juga tak tercipta dalam nyata
Ku harus memahami dan merelakan keadaan ini

Kadang ada sesal terlintas
Mengapa kau harus hadir setelah dirinya
Tapi Itu hanya sesal tiada akhir

Kini yang jadi harapku
Entah apa yang kita rasakan
Biarlah menjadi bagian dalam hidup ini

Tak perlu harus bersemi
Biarkan rasa itu tetap ada dan terus ada
Setidaknya membiarkan asa itu
Sedikit menempati ruang dihatimu

Terlambat

Sudah terlambat
Jika kau baru mengerti
Maksud hatiku

Sungguh ku rindu
Setiap canda dan manja mu
Yang dulu pernah
Menghiasi indahnya hari ku

Semuanya kini tlah berlalu
Seiring bersama waktu
Yang tersisa hanya
Wajahmu
Dalam khayal dan mimpi-mimpi ku

Terkadang ada tanya
Dalam hati kecilku
Salahkah
Jika aku merindukanmu
Disaat aku sudah ada yang memiliki

Penyesalan

Andai ku mengerti
Arti sebuah kasih
Andai ku tahu
Kau mencintaiku

Tak seharusnya
Aku melukai hatimu
Tak semestinya
Ku menghindarimu

Tapi itu hanya suatu sesal

Karna..
Kau telah pergi
Yang tersisa
Hanya ragamu

Andai kudapat memutar waktu
Kan kucintai dirimu melebihi
Dari apapun

Akh….ku tak mengerti ?
Mengapa harus terjadi
Disaat aku mulai mencintaimu

Kepergianmu
Membawa cinta yang hampa
Ijinkan aku menemanimu
Memberikan cinta yang indah
Tuk kita nikmati bersama

Walaupun kini kau telah tiada
Ku tetap kan selalu mencintaimu :'(

Selasa, 29 November 2011

Aku Yang Tersakiti

pernahkah kau merasa jarak antara kita
kini semakin terasa setelah kau kenal dia
aku tiada percaya teganya kau putuskan
indahnya cinta kita yang tak ingin ku akhiri
kau pergi tinggalkanku
tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
memang takkan mudah bagiku tuk lupakan segalanya
aku pergi untuk dia
tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
(walau tak bersama dia)
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia